Jembatan Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Banjarmasin khususnya dan Kalimantan Selatan. Pada September tahun ini, jembatan itu direncanakan sudah selesai dibangun dan bisa diakses masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina meninjau progres pembangunan jembatan itu pada Jumat, 13 Agustus lalu. “Hari ini kami meninjau progres pembangunan Jembatan Alalak dan saya bersama Pak Syauqi (Kepala BPJN Kalimantan Selatan Syauqi Kamal) dari Balai berharap ini sesuai dengan rencana akan selesai nanti tanggal 15 September 2021,” ujarnya.

Jembatan Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Menurut rilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bentang utama jembatan Alalak dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia.

Menurut Ibnu, pembangunannya sempat tertunda karena tingkat kesulitan konstruksinya. “Sempat tertunda memang, tetapi sengaja kami lihat situasi di lapangan memang progresnya sangat menggembirakan, apalagi ini menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan,” kata dia.

Ibnu berharap setelah selesai dibangun, jembatan itu dapat dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan masyarakat. Misalnya pemanfaatan ruang terbuka di lahan sisi jembatan yang dapat dimanfaatkan menjadi ruang publik sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan dari dalam dan luar Kalimantan Selatan.

Ia juga berharap Pemkot Banjarmasin dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam menjaga jembatan. “Kita bisa sama-sama mengelola kawasan ini supaya betul-betul jelas peruntukannya, dan masyarakat pun jangan sampai nanti memanfaatkan kawasan ini untuk sesuatu yang tidak semestinya,” ujarnya.

Selain Jembatan Alalak ini, Kota Banjarmasin juga memiliki satu jembatan yang menjadi ikon baru wisata, yakni jembatan Pulau Bromo di Banjarmasin Selatan. Jembatan berkonstruksi gantung tersebut menjadi unik karena seperti rollercoaster.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.