Banyak faktor yang menyebabkan seseorang kecelakaan ketika berkendara, salah satunya karena aquaplaning. Dalam bahasa umum, istilah ini disebut juga dengan blong atau kehilangan kendali ketika berkendara. Kehilangan kendali yang dimaksud umumnya terjadi saat sedang kondisi hujan.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, aquaplaning adalah suatu kondisi di mana kendaraan seperti mobil kehilangan daya cengkeram sehingga kehilangan kendali. Istilah ini sering disebut juga dengan hydroplaning, di mana sebab utamanya adalah genangan air seperti hujan dan banjir.

Pada titik ini, ban tidak dapat mencengkeram jalan yang menyebabkan kurangnya traksi, yang berarti pengemudi kehilangan kendali dan tidak dapat menyetir, mengerem, atau berakselerasi. Akibatnya, mobil kesulitan melaju atau bahkan tergelincir. Tidak hanya genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena keadaan kendaraan yang tidak baik, bobot kendaraan, dan kecepatan kendaraan.

Selain karena hujan dan banjir yang sebabkan aquaplaning, juga terdapat faktor eksternal lainnnya, yaitu karena air kendaraan lain yang lewat. Ketika mobil melewati jalan yang licin akibat berair, maka akan menjadi berbahaya jika tidak berhati-hati.

Ban mobil akan sulit dikendalikan sehingga daya cengkramnya menurun. Apalagi jika ban mobil tersebut sudah tipis. Risiko mengalami hydroplaning saat kondisi hujan akan lebih besar. Ban yang tipis tidak bisa lagi memecah genangan air.

Faktor penyebab lainnya adalah bobot mobil. Hal ini karena bobot mobil yang semakin ringan, akan memudahkan mobil terangkat ketika melewati genangan air. Sehingga dapat membahayakan karena mobil kehilangan kendali.

Belum lagi jika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan berair, maka akan mudah melayang atau mengambang. Jika tidak sigap mengendarai mobil, maka akan terjungkal dan terjadi kecelakaan. Karena itu, perlu berhati-hati jika mengalami kondisi ini saat berkendara.

WILDA HASANAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.