Berikut inilah amalan amalan yang dapat dilakukan di 10 hari pertama bulan Zulhijah. Bulan Zulhijah memiliki beberapa keistimewaan, satu di antaranya yakni pada 10 hari malam pertama bulan Zulhijah. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang bersabda:

"Tidak ada hari hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir) Kemudian, untuk menyambut bulan Zulhijah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh karena pahala dari apa yang kita kerjakan akan dilipatgandakan oleh Allah. Dari Ibnu Umar, dari Nabi bersabda:

"Tidak ada kumpulan hari yang amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dikerjakan pada hari hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)". Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?", Nabi menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Al Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Majah). Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang dijalankan pada tanggal 9 Zulhijah tahun Hijriyah. Daftar Harga BBM Pertamina Terkini Jumat 5 April 2024, Cek Harga Pertalite, Solar hingga Pertamax

15 Contoh Soal Post Test Modul 2 Benahi dalam PDB Lengkap Kunci Jawaban Pilihan Kunci Jawaban Post Test Modul 2 Mendesain Projek Penguatan Profil Topik Pemodelan Versi PMM Sholawat allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad Arab Latin & Artinya

Tamara Tyasmara, Ibu dan Kepala Sekolah Dante Diperiksa di Polda Metro Jaya Puasa Arafah dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah. Cara melaksanakan puasa arafah sama seperti puasa sunnah lainnya.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162) Perbanyak dzikir termasuk bertahlil, bertasbih, beristigfar, bertahmid, bertakbir dan memperbanyak doa merupakan suatu amalan yang dianjurkan pada bulan ini.

Tak hanya dijalankan pada bulan Zulhijah saja, tetapi juga dibiasakan pada keseharian hidup kita. Ibnu ‘Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari hari tasyriq. I bnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah". Ibadah haji merupakan salah satu ibadah dari rukun Islam yang kelima, dan wajib dikerjakan oleh setiap Muslim bagi yang mampu mengerjakan baik secara finansial maupun fisik.

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada Ku hai orang orang yang berakal." (QS. Al Baqarah [2]; ayat: 196 197) Hari Raya Idul Adha, sering dikenal dengan Hari Raya Qurban. Hal tersebut lantaran pada tanggal 10 Zulhijah, umat Muslim berlomba lomba menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli kambing, lembu atau unta untuk disembelih setelah salat hari raya Idul Adha dilaksanakan dan tiga hari setelahnya atau yang kita kenal dengan hari tasyrik.

Udhiyah atau menyembelih hewan qurbah disyariatkan oleh Allah sebagaiman firman Allah dalam surat al kautasar [108]: 2 "Dirikanlah salat dan berqurbanlah (an nahr)". Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, "Daging daging unta dan darahnya itu sekali kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang berbuat baik". (QS. Al Hajj [22]; ayat: 37) Perintah bertaubat dan tidak melakukan maksiat sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Muslim untuk melaksanakan perintah tersebut.

Namun, hal serupa juga ditekankan bagi umat Muslim yang bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat di awal bulan Zulhijah. Artinya, kita menyibukkan diri di awal bulan Zulhijah dengan melakukan amal amal shaleh serta meninggalkan kezholiman terhadap sesama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, "Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. An Nahl [16]; ayat : 119)

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *