Logo
images

The Greater Good, Menguak Pengkhianat di Tubuh MI-5

POJOKNEWS.COM, Jakarta-- Meski terbilang agak lambat peredarannya di bioskop Indonesia, bukan berarti film besutan Bharat Nalluri Spook : The Greater Good kehilangan penggemarnya.Dibanding film aksi spionase Hollywood, film berdurasi 1 jam 44 menit ini terbilang cukup berhasil menggali emosi dan rasa penasaran penonton.

Spook: The Greater Good pertama kali diputar pada 8 Mei 2015,sedangkan pertunjukkan premier perdananya diputar pada 5 Desember 2015 lalu di DirecTV.Meski Spook : The Greater Good merupakan film  drama thriller,namun sarat dengan sejumlah adegan menegangkan,seperti kejar-kejaran dan baku tembak di jalan raya serta adegan pelacakan yang mendebarkan.

Film ini menceritakan tentang  kaburnya Adem Qasim (Elyes Gabel) ,salah satu pemimpin teroris titipan CIA di jalan RAF Northolt,Inggris.Konvoi keamanan yang mengangkut Qasim diserang oleh sejumlah orang tak dikenal dengan memuntahkan peluru secara membabi buta.Qasim berhasil melarikan diri dari tahanan setelah pemeriksaan rutin dilakukan.

Bagi Amerika terutama CIA ,Adem Qasim dianggap sebagai ancaman baru bagi dunia barat,seperti,Inggris,Israel dan negara eropa lainnya.Kelebihan Qasim,selain fasih berbagai bahasa,ia juga dikenal kharismatik dan tidak pernah membunuh warga sipil.Qasim belajar membunuh dan taktik membela diri di Timur Tengah hingga kemudian namanya disegani kalangan kelompok radikal.

Buronnya Adem Qasim membuat intelijen MI5 kehilangan dukungan CIA,termasuk negara besar lainnya,mereka khawatir lepasnya Qasim akan membuat kota London hancur dan lebam oleh serangan teroris.Kalangan intelijen memprediksi,Qasim akan membangun kekuatan baru untuk melakukan serangkaian serangan mematikan di kota London.

Meski kehilangan dukungan dan kepercayaan CIA, pihak MI5 tetap meneruskan pelacakan dan penyadapan ke sejumlah pihak yang dianggap mengetahui bahkan terlibat atas buronnya Adem Qasim dari pengawalan intelijen Inggris.“Kita melayani masyarakat,bukan Washington.semuanya sudah berakhir,”kata Harry  Pearce,kepala operasi ditubuh MI5 yang dituding rekan dan atasannya di MI-5 terlibat atas kaburnya Qasim.

Harry sadar bahwa dirinya disalahkan dalam lolosnya Qasim dari tahanan. Dia dipermalukan dan dipaksa mengundurkan diri,hingga suatu ketika Harry menghilang pada suatu malam di jembatandan dinyatakan tewas.Demi kehormatan dan mengembalikan nama baiknya,ia terpaksa meminta bantuan agen MI5, Will Holloway (Kit Harington) mantan didikannya yang kini berada di Rusia.Dan Untuk mengembalikan nama baik dan Qasim ke penjara,hanya ada cara bagi Harrry,yaitu melakukan pelacakan dan penyadapan ke seluruh orang yang dianggap mengetahui keberadaan teroris tersebut dimana pun ia berada.

Mampukah kedua agen MI5,Harry Pearce dan Will Haloway ini mengungkap pengkhianat dan otak lolosnya teroris Adem Qasim dari tahanan di tubuh dinas intelijen Inggris MI5? (samar)

Produksi               : Saban Films,Shine Pictures,Kudos Film and television,Pinewood Pictures

Sutradara            : Bharat Nalluri

Skenario              : Jonathan Brackley, Sam Vincent, David Wolstencroft

Pemain                 : Peter Firth, Elyes Gabel, Kit Harington, Tim McInnerny


TAG ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar