Logo
images

Penganut Syi'ah tengah melakukan sholat versi mereka.(foto:ist)

Tegas Malaysia Nyatakan Syi’ah Sebagai Aliran Sesat

POJOKNEWS.COM, Jakarta-- Meski sejak tahun 1996 silam pemerintah Malaysia telah mengeluarkan fatwa larangan terhadapa Syi’ah , kini imbasnya seluruh aktivitas yang  berbau Syi’ah dilarang. Larangan itu meliputi, publikasi , ceramah,buku maupun brosur yang bertujuan menyebarkan ajaran Syi’ah. Bila terdapat buku-buku Syi’ah maupun publikasi lainya, Kementerian Dalam Negeri berhak melarang dan merampas buku tersebut dari  peredaran.

Demikian pula otoritas Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) juga memiliki wewenang untuk melakukan penindakan. Siapa pun yang menyimpan dan memperbanyak buku tentang ajaran Syi’ah terlebih mengedarkan akan dikenakan sanksi berat berupa hukuman.

Sebenarnya Malaysia sudah cukup lama mengambil sikap tegas terhadap  aliran Syi’ah ,salah satunya  dengan mengeluarkan berbagai maklumat kepada masyarakat luas agar tidak terkecoh oleh kesesatan  ajaran Syi’ah .Salah seorang  pejabat di Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), pernah menegaskan bahwa  pihaknya bertanggung jawab atas ceramah, selebaran dan berbagai penjelasan tentang Syi’ah. Untuk itu berbagai famlet dan brosur di terbitkan  lalu di tempel  di masjid-masjid  agar masyarakat mengetahui bahaya Syi’ah.

Sejauh ini  pemerintah Malaysia telah berulangkali melakukan penertiban dan penangkapan terhadap para oknum yang diketahui menyebarkan ajaran Syi’ah,terutama di daerah Pahang dan Selangor. Yang tertangkap di kenakan pasal  pelanggaran  fatwa oleh Mahkamah Syari’ah,dengan hukuman tiga tahun penjara, denda 5000 ringgit dan bonus enam cambukan.

Dengan diberlakukannya sanksi dan hukuman terhadap para oknum penyebar aliran Syi’ah ,kini Syi’ah sedikit mengerem aktivitasnya  , bahkan tidak berani  frontal dan terang-terangan. Mereka lebih memilih cara berteriak mengangkat isu pelanggaran HAM terkait hak-hak kelompok miniritas seperti termaktub dalam HAM versi PBB.

Dalam urusan satu ini, tampaknya Syi’ah, Ahmadiyah, Qadiyaniyah, Bahaiyyah , Gafatar maupun LGBT  serta  aliran sesat lainnya bersatu menuntut hak minoritas. Dr.Yusuf al-Qaradhawi dari Mesir menyatakan, bahwa kaum liberal dan sekuler ingin umat Islam memandang sesuatu dengan kaca mata Barat.

” Kaum sekuler dan liberal ingin umat memandang sesuatu dengan kaca mata Barat, mendengar dengan kuping Barat, dan berpikir dengan framework Barat. Mereka hendak memaksakan filsafat Barat dalam soal bagaimana kita harus hidup, pandangan barat tentang agama,konsep barat tentang sekularisme, dan berbagai teori barat dalam bidang hukum, sosial,politik, bahasa, dan kebudayaan,”jelas Dr.Yusuf al-Qadhawi dalam ‘Tafsir Sesat’  karya Fahmi Salim, MA.

Merasa terdesak kini Syi’ah mencari celah dan cara baru ,yaitu melalui penulisan novel ,dan sastra kemudian mengklam bahwa dibawa ke Malaysia oleh Syi’ah, dan semua bukti itu mereka bawa ke PBB. Namun, pemerintah Malaysia punya hak jawab , bahwa kerajaan memiliki Undang-Undang yang berlaku. Selain itu, Syi’ah juga bergerak atas nama sekolah-sekolah agama yang dikenal dengan sebutan Hauzah.

Syi’ah juga mengirimkan kader terbaiknya ke Iran untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih mumpuni. Biasanya para kader dari Iran ,kembali ke Malaysia menyebarkan Syi’ah dengan cara membuka Hauza –Hauza Syi’ah, terutama di Gombak,Selangor dan Pahang. Namun, dengan adanya  fatwa larangan Syiah di Malaysia, kini pergerakan Syi'ah tak lagi deras seperti sediakala. Sumber JAKIM menyebutkan bahwa fatwa itu sangat efektif mencegah penyebaran Syiah.

Selain itu juga ada Suruhanjaya Syarikat Malaysia (SSM), badan hukum setempat yang mengatur perizinan syarikat dan perusahaan, yang berwenang membatalkan syarikat atau lembaga apa pun yang melanggar fatwa. Dimintai komentar tentang pemberantasan Syiah di Indonesia, ia menjawab, “Indonesia kurang tegas". Mestinya negara menindak, bukan NGO. NGO berwenang mendesak saja. Sedangkan negara harus mengeluarkan undang-undang. Bila Negara tidak tegas, akhirnya NGO yang ambil tindakan sendiri.” (berbagai sumber/Samar)


TAG , , ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar