Logo
images

Meski tak muda lagi Andy Lau masih memukau penonton.(foto:ist)

Shock Wave , Kisah Heroik Penjinak Bom

POJOKNEWS.COM, JAKARTA— Film berbujet 23 juta dolar Amerika Serikat atau setara  Rp 300 miliar besutan Herman Yau yang skenarionya ditulis  Erica Lee ini tampaknya memang sengaja dibuat untuk mengangkat gengsi perfilman Hongkong dipasar internasional dan asia. Meski tema yang diangkat bukan sesuatu yang baru, namun untuk mewujudkan Shock Wave butuh persiapan matang dan perencanaan jlimet, seperti bintang dan produser.

Pertama kali diumumkan ke publik pada bulan September tahun 2014,Herman Yau Lau ditetapkan sebagai sutradara dan produser, dan melibatkan sejumlah bintang di antaranya Nicholas Tse, Nick Cheung dan Julian Cheung. Namun di tengah jalan film tersebut mengalami perubahan drastis,padahal anggaran awal telah disediakan sebesar 90 juta dolar Hongkong.

Proyek Shock Wave terpaksa dihentikan sementara hingga Maret 2016, lalu diumumkan kembali ketika Filmart 2016 digelar di Hongkong. Nama Andy Lau diumumkan sebagai produser sekaligus pemain, sementara sutradara tetap dipercayakan pada Herman Yau. Proyek film Shock Wave kali ini mengalami perubahan drastis  mencapai 23 juta dolar Amerika Serikat , di produksi oleh Universe Entertainment, Bona Film Group dan perusahaan film baru milik  Herman Lau, Infinitus Entertainment.

“ Aku melihat draf cerita Shock Wave pertama kali tiga tahun lalu, tetapi saat itu kami sama-sama sibuk di proyek lain. Bukanlah tindakan yang benar karena membiarkan proyek tersebut terbengkalai selama tiga tahun, sehingga saya memutuskan untuk menghubungi Yau,” jelas Andy Lau, seperti dikutip The Hollywood Reporter.

“ Aku rasa ceritanya cocok untuk sebuah film action thriller khas Hong Kong, sehingga saya memutuskan untuk menjadi produser sekaligus salah satu pemeran utama,” tambah Andy.

Shock Wave bukan  film pertama bagi Andy Lau dan Herman Yau. Sebelumnya, mereka sudah pernah berkolaborasi dalam film Don't Fool Me (1991) dan Fascination Armour (1999). Namun, dua film itu bukanlah film action, sehingga Shock Wave akan menjadi film action pertama mereka.

Shock Wave menceritakan tentang seorang inspektur polisi senior bagian penjinak bom di EOD (Explosive Ordnance Disposal) bernama Cheung Choi (Andy Lau). Tujuh tahun lalu Cheung pernah ditugaskan menyamar menjadi anak buah Hung Kai Pang (Jiang Wu), seorang penjahat yang paling dicari karena terkait dalam urusan bom. Cheung berhasil menghancurkan kelompok Hung, namun Hung berhasil meloloskan diri, sedangkan adik dan rekan-rekannya ditahan Cheung.

Tujuh tahun telah berlalu, kini Hung muncul kembali untuk membuat perhitungan atas pengkhianatan Cheung terhadap dirinya. Serangkaian perampokan berdarah disertai pembunuhan dilakukan Hung agar Cheung keluar dan mengikuti permainan mautnya. Hung mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menanam bom di sejumlah tempat vital di Hongkong termasuk di terowongan Kowloon yang selalu di padati berbagai kendaraan hingga membuat panik dan takut seluruh pengendara yang ada di terowongan. Bagi penggemar Andy Lau, film Shock Wave rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Meski terbilang film aksi-thriller, namun Shock Wave menghadirkan beberapa adegan melankolis dan romantis sehingga tidak melulu disuguhi ketegangan dan adu jotos seperti lazimnya film-film Mandarin. Walau tidak muda lagi dan berotot, namun penampilan Andy Lau masih terlihat lincah dan gesit bahkan mampu menguras air mata penonton menjelang film berakhir. (icam)


TAG ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar