Logo
images

Marcos akhir hayatnya cukup mengenaskan. (foto:ist)

Modus Kejahatan Marcos Berujung Maut

POJOKNEWS.COM, Jakarta-- Sebelum diangkat menjadi asisten Presiden Filipina pada tahun 1947, Marcos yang lahir pada 11 September 1917 dikenal sebagai pemuda nakal dari provinsi miskin. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif menjadi petinju dan pegulat. Kenalakan ini membawanya terseret pada suatu kasus pembunuhan. Ia terbukti bersalah dalam persidangan, meskipun pada pengajuan banding ia dapat mematahkan tuduhan itu.

Kemudian, publik juga pernah meragukan pengakuannya  yang memiliki peran besar dalam perang melawan Jepang ketika menjadi pasukan Filipinan pada Perang Dunia II.

Banyak yang mengatakan Marcos hanya membual dan tidak da perannya sama sekali dalam perang tersebut. Angin keberuntungan menghampirinya ketika ia berkarir di politik dengan ‘mengendarai’ Partai Liberal.

Dua kali ia terpilih menjadi anggota parlemen dengan ‘kendaraan ‘yang sama. Sejak itu kehidupannya mulai mewah dan pesta pora menjadi bagian gaya hidupnya. Hal itulah yang menjadi awal ia bertemu dengan Imelda. Seperti gayung bersambut, dua sejoli penggila pesta dan barang mewah ini merasa apa yang dimiliki belum cukup mampu menunjang  gaya hidup yang mereka inginkan. Mereka menginginkan kekuasaan tertinggi di negeri yang diliputi kemiskinan tersebut.

Sayangnya, Partai Liberal menolak untuk menjadikannya sebagai calon presiden.Akhirnya, ia berpindah haluan ke Partai Nasionalis dan terpilih menjadi presiden tahun 1965. Selama empat tahun kepemimpinannnya,Filipina terpuruk. Masalah tanah yang memang menjadi masalah berkepanjangan di Filipinan,semakin tidak menentu kondisinya.

Karena, tanah-tanah dikuasai para jagoan. Tingkat kemiskinan tetap tinggi dan masalah pengangguran masih terus membayang Filipina. Tetapi kenyataan berkata lain,justru ia berkali-kali memperoleh kemenangan Pemilu yang sacara rahasia dilakukan dengan gerilya-gerilya politik tingkat tinggi.

Masa pemerintahannya yang kedua ,yaitu 1970,merupakan era paling gelap bagi Filipinan.Dengan tangan besi,ia menangkapi para penentangnya .Muncullah gerakan pemberontakan Moro National Liberation Front (MNLF). Inailah modus-modus kejahatan Marcos dalam upaya mempertahankan dan melegalkan kekuasaannya :

1.Mengangkat istri,keluarga,sahabat dan orang-orang kampungnya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis dengan tujuan agar dapat melakukan rekayasa justifikasi (pelegalan) perampokan uang rakyat. Isterinya,Imelda Marcos,secara sepihak diangkat menjadi Gubernur Manila merangkap Menteri Perumahan Rakyat dan Ekologi.

2.Pos-pos militer penting diisi para rekanan Marcos untuk menjamin dukungan angkatan bersenjata kepada dirinya.Kemudian,para jenderal dimanjakan dengan bisnis jutaan dolar yang difasilitasi negara dan menggunakan metode ancaman kepada para pelaku bisnis.

3.Mengurangi wewenang polisi untuk menangani musuh politiknya. Lalu,menggunakan ‘tangan-tangan besi’ militer untuk mengancam,menculik, dan membunuh demonstran, Serta saingan politiknya.

4.Membatasi wewenang parlemen untuk mengontrol kekuasaan presiden. Caranya,dengan menggagalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pembatasan Kekuasaan Presiden.

5.Modus kejahatannya yang paling menghebohkan ialah keterlibatannya atas penembakan lawan politik terkuatnya saat itu, benigno Aquino. Tapi, Marcos justru menuduh bahwa Komunis yang mendalangi penembakan Aquino di bandara Filipinan.

Peristiwa ini merupakan titik balik terpenting bagi kejatuhan Marcos.Rakyat yang tidak percaya dengan tuduhannya kepada komunis memprotes sistem diktator Marcos dan antek-anteknya.

Mereka menamakan gerakan tersebut sebagai “People’s Power” yang dipimpin janda Benigno Aquino, Corazon Aquino. Militer yang selama ini menjilat Marcos, gentar menghadapi kekuatan rakyat yang begitu besar dan berbalik arah menentang Marcos. Tak ada jalan lain bagi Marcos dan keluarganya,kecuali melarikan diri.

Menurut datan Transparancy International,Marcos sudah merampok uang rakyat 5 hingga 10 miliar dolar Amerika atau   setara dengan 5 sampai 10 triliun.  Itu di luar barang-barangLuar biasa mahal yang dibelanjakan oleh Imelda Marcos,seperti koleksi pakaian dalam (BH), sepatu, dan gaun dari berbagai desainer terkenal. Tak hanya itu, hasil pencucian uangnya di bank Swiss juga melimpah. Begitupun dengan property-property mahalnya di Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam perjalanannya,pengadilan Amerika dajn Swiss memutuskan bahwa harta miliknya ilegal dan harus dibekukan serta dikembalikan kepada negara. Marcos pun membayar kejahatannya dengan kematiannya di tanah pengasingan, Hawai pada 1989. Sialnya, setelah belasan tahun kematiannya, kebencian terhadap dirinya masih belum hilang.

Negara menolak jenazahnya untuk dikuburkan di tanah Filipina. Presiden Aquino khawatir pemakaman Marcos membuat situasi di Filipina memburuk lantaran bekas pengikut Marcos akan menjadikannya mitos untuk melancarkan gerakan antipemerintah. Akhirnya , jenazah Marcos dijadikan mumi dalam peti kaca. *(samar/151/berbagai sumber/ konspirasi dunia)


TAG , , ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar