Logo
images

Wanita penjajak kepuasan (foto:ist)

Gembar Gembor Menutup tempat Prostitusi

Pojoknews.com, Jakarta-- Sejak masa kepeminpinan Ahok hingga kini sering kita dengar teriakan-teriakan menutup tempat prostitusi di ibukota negara ini. Hampir setiap kaum elit politik dan aktivis yang dimintai pendapat dalam beberapa acara di televisi menegaskan agar menutup tempat prostitusi di ibukota negara ini.

Beberapa tempat prostitusipun mulai ditertibkan dan tidak sedikit yang dibongkar oleh pemerintah. Perdebatan akan pembongkaran tempat prostitusi pun semakin gencar sejak di bongkarnya Kali Jodoh.

Banyak aktivis yang bermunculan untuk membela kedua belah pihak dan berkomentar keras di stasiun televisi yang menampilkan acara talk show yang membahas tentang pembersihan kali jodoh.

Namun adakah yang berfikir dan melirik hotel - hotel dan tempat hiburan malam yang tetap melakukan praktek prostitusi yang berkesan lebih elegan namun tetap menjajakkan wanita-wanita untuk di nikmati kaum lelaki hidung belang?

Sebut saja salah satu hotel di daerah Sawah Besar yang menampilkan tarian striptis dan menjajakkkan wanita untuk dinikmati kaum lelaki hidung belang. Tidakkah itu juga merupakan tempat prostitusi?

Belum lagi sebuah hotel di daerah Industri yang menyediakan tempat karaoke yang menjajakkan wanita yang hampir tidak mengenakkan busana untuk menemani lelaki hidung belang berkaraoke. Wanita tersebutpun dapat dibawah ke kamar atau hotel tempat para tamu menginap dengan membayar tarif yang sudah ditentukan oleh mami (sebutan wanita yang mengelolah para wanita penjajak kepuasan).

Apakah pemerintah di negeri ini benar-benar mau untuk menghapus tempat prostitusi di negara ini ataukah hanya mau melakukan sentralisasi tempat prostitusi? (Jhon Pantau)


TAG , ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar