Logo
images

Edward Joseph Snowden

POJOKNEWS.COM-- Edward Joseph Snowden adalah seorang pemuda kelahiran Wilmington, North Carolina Amerika Serikat (lahir 21 Juni 1983) adalah mantan kontraktor teknik Amerika Serikat dan karyawan Central Intelligence Agency (CIA) yang menjadi kontraktor untuk National Security Agency (NSA) sebelum membocorkan informasi program mata-mata rahasia NSA kepada pers.

Awalnya Edward Joseph Snowden hanyalah orang biasa yang bersekolah di Croton, Anne Arundel County Public Schools di Grambills. Tempat yang di jalani sampai tingkatan sekolah atas ini, Snowden bertemu dengan gadis benama Lindsay Mills. Gadis penari balet ini merupakan lulusan Maryland College of Art.  Gadis ini kemudian menjadi pendamping hidupnya Snowden.

Tanggal 7 Mei 2004, Edward Joseph Snowden mengikuti pelatihan tentara Amerika Serikat sebagai Special Forces. Namun tidak bertahan lama. Snowden dikeluarkan dari pelatihan sekitar 17 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 28 September 2005. Kegagalannya dalam pelatihan itu membuat dia tidak mendapat penghargaan apapun.

Setelah menjadi satpam di Badan Keamanan Nasional Amerika atau NSA, kehidupan Snowden mulai berubah. Ia bertugas di sebuah fasilitas rahasia di Universitas Maryland. Edward Snoewden kemudian masuk sebagai Dinas Intelijen Amerika atau CIA karena pernah belajar program komputer. Potensi dan bakatnya yang luar biasa itu membuat dia menjadi seorang spesialis keamanan Teknologi Informasi CIA.

Tahun 2009 Edward Snowden keluar dari CIA. Ia kemudian berhubungan kembali dengan NSA. Namun kali ini dia menjadi seorang kontraktor swasta untuk NSA. Tugas ini membuat dia harus berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, termasuk fasilitas militer Amerika yang berada di Jepang dan perusahaan komputer Dell.

Tahun 2013 kehidupan Edward Snowden menjadi fenomenal. Ia menjadi perbincangan setelah dia mengungkapkan di publik bahwa NSA mencuri data para pengguna internet dan telepon. Edward Snowden pun mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat memiliki berbagai data pribadi yang diakses berdasarkan Google, Yahoo, Facebook, PalkTalk, Youtube, Skype dan AOL. Program inilah yang kemudian disebut sebagai PRISM. Dia mengungkapkan hal ini di media terkemuka di Amerika Serikat. Dan berita tentang Snowden menimbulkan banyak efek besar bagi perkembangan dunia teknologi. Peristiwa ini pun dikenal sebagai Snowden Effect.

Setelah pembocoran tentang dokumen PRISM, Edward  Snowden kemudian mengungkapkan bahwa Badan Keamaman Komunikasi Kanada melakukan hal serupa terhap para pengguna layanan internet nirkabel atau Wireless Fidelity/WiFi. Mereka yang menggunakan layanan ini di bandara utama akan mudah dilacak beberapa hari kemudian. Kabar ini pun menjadi perbincangan hangat. Sampai-sampai Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, melakukan penyidikan tentang  apakah lembaganya ini melakukan hal yang dituduhkan oleh Snowden tersebut.

Skandal Snowden telah menyebabkan hubungan luar negeri Amerika Serikat dengan beberapa negara di Eropa seperti Prancis dan Jerman menjadi terganggu. Saat ini, Russia memberikan perlindungan suaka kepada Snowden dengan catatan Snowden tidak akan lagi bergerak untuk "menyakiti" Amerika Serikat. (Immank/Berbagai Sumber)


TAG , , , , , ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar