Logo
images

Bupati Non-aktif Barru Diperiksa Selama 13 Jam di Polsek Panakkukang

POJOKNEWS.COM-- Bupati Barru nonaktif, Andi Idris Syukur menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi Patung Colliq Pujie di Mapolsek Panakkukang selama 13 jam, Senin, 31 Juli.

Idris datang ke Polsek  Panakkukang dengan mengendarai mobil pribadinya bersama rekannya. Ia mengenakan kemeja putih dengan celana kain dan kopiah hitam.

Bupati Barru non-aktif itu mulai  diperiksa di ruangan Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, AKP Warpa yang berada di lantai I, sekira pukul 08.00 Wita. Jelang salat zuhur, Idris beristirahat . Sekira pukul 14.00 Wita, Idris kembali diperiksa penyidik Polres Barru.

Idris Syukur diperiksa intensif. Di luar ruangan, tampak berjaga seorang provost dan sejumlah personel Polres Barru berpakaian preman. Sekira pukul 19.00 Wita, Kapolres Barru, AKBP Burhaman, tiba di Mapolsek Panakkukang.

Kapolres pun langsung memasuki ruangan pemeriksaan. Pemeriksaan berakhir sekira pukul 21.00 Wita. Pemeriksaan Idris berlangsung selama 13 jam.

Kapolres Barru, AKBP Burhaman, menjelaskan, Idris Syukur diperiksa sebagai saksi dengan 43 pertanyaan. Pemeriksaan Bupati Barru non-aktif itu berdasarkan petunjuk P19 Kejari dari berkas tersangka Dicky Chandra, pembuat patung.

Dalam kasus ini,  selain keterlibatan Dr Dicky, ada juga  Yudi Asmoro sebagai pencari rekanan,  namun Yudi sudah divonis pengadilan dengan hukuman satu tahun satu bulan. "Ini  telah berkekuatan hukum tetap (inkrah),"tegasnya.

Pemeriksaan Idris Syukur tersebut, untuk mengetahui, apakah ada pertemuan antara Dr Dicky, Yudi, dan Idris Syukur yang saat itu merupakan Bupati Barru, sebelum proyek itu dilakukan.

"Bupati non-aktif mengakui adanya pertemuan tersebut,"beber Kapolres Barru, AKBP Burhaman.

Selain itu, tambahnya, juga untuk  melihat sejauh mana pelanggarannya. Diduga ada   penyalahgunaan kewenangan dalam kasus ini. " Untuk sementara, pemeriksaan Idris sebagai saksi, tetapi tidak menutup kemungkinan ditingkatkan sebagai tersangka,"tegasnya.

Dalam kasus ini pembuatan patung dianggarkan dalam APBD 2014  sebesar Rp 1,2 miliar dengan harga patung Rp485.200.000 dan kerugian negara Rp714.800.000 sesuai hasil pemeriksaan BPKP.

Pihaknya menerapkan pasal 2 ayat 1 tahun 1999 junto UU 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Di situ unsur pasal tentang melawan hukum dan melakukan perbuatan memperkaya diri dan orang lain dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan, pemeriksaan Idris yang dilakukan di Mapolsek Panakkukang, itu karena yang bersangkutan beralasan sakit dan dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter. Sebelumnya, dua minggu lalu dilakukan pemanggilan pertama, tetapi karena sakit, jadi batal.

"Kebetulan yang bersangkutan tinggal dekat Polsek Panakkukang, sehingga pemeriksaannya dilakukan di Polsek Panakkukang. Itu bisa, karena juga diatur di dalam KUHP,"bebernya. (Junaedy/JP)


TAG ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar