Logo
images

Teknologi Informasi dan Komunikasi (foto:ist)

Benarkah 2017 Merupakan Tahun Penggiat IT /TIK

Pojoknews.com, Makassar—Banyak pihak mengatakan tahun 2017 merupakan masa kejayaan penggiat Informasi dan Telekomunikasi (IT) / Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dimana seluruh anak bangsa yang memiliki kemampuan di bidang IT/TIK akan meraup keuntungan dan masa kejayaan.

Diyakini pada tahun ini seluruh Kementerian dan Badan di negara ini akan berpindah dari teknologi konvensional ke teknologi berbasis IT/TIK. Tak sedikit dana yang digelontorkan pemerintah untuk mendukung terwujudnya pemanfaatan teknologi IT/TIK.

Seluruh pelayanan di negeri ini kini meneraptan teknologi berbasis IT/TIK. Bahkan untuk mengetahui informasi harga cabai dapat dengan mudah diketahui dengan menggunakan teknilogi IT/TIK ini.

Harusnya kini para pemuda bangsa ini yang berkecimpung di dunia IT/TIK tidak lagi sulit untuk mendapatkan pekerjaan atau meraup rejeki.

Namun ternyata kenyataan berbanding terbalik dengan pernyataan yang sering di teriakkan tersebut. Hampir seluruh teknologi yang digunakan di negara ini menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh pihak-pihak yang justru kurang faham tentang teknologi IT/TIK.

Dan tak sedikit anggaran yang diperuntukkan untuk pengembangan teknologi IT/TIK disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri.

Saat ini banyak perusahaan dibidang teknologi IT/TIK bermunculan dan membangun beberapa sistem untuk digunakan di pemerintahan. Bahkan bisa dikatakan mereka mengembangkan teknologi tersebut dengan asal-asalan dan tidak mempertimbangkan kaedah keamanan sebuah data.

Takheran banyak sistem di negeri ini yang menjadi sasaran empuk para penggiat keamanan data (Hacktivis) yang justru berasal dari negeri ini sendiri.

Satu per satu para Hacktivis di penjarakan dan bukan dimanfaatkan kemampuannya untuk mengembangkan sistem yang lebih aman. Entah karena kemampuan para Hacktivis yang terlalu tinggi ataukah kemampuan para pengembang aplikasi dan sistem yang belum bisa menjangkau kemampuan para Hacktivis dalam meretas sebuah sistem.

Sebagian besar pengembang aplikasi dan sistem justru menggunakan teknologi seadanya dan tidak mempertimbangkan faktor lain yang harus diperhitungkan dalam membangun sebuah aplikasi dan sistem.

Siapapun di negeri ini yang memiliki kemampuan untuk meretas sebuah sistem akan mendapat cap sebagai orang jahat yang dapat membahayakan keamanan negara. Namun mereka yang mempunyai kemampuan untuk melakukan negosiasi dengan para Kuasa Pengguna Anggaran (PPK) justru akan mendapat menikmati anggaran negara yang diperuntukkan untuk membangun sebuah aplikasi dan sistem.

Negeri ini mungkin terlena dengan pernyataan yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakkukan dengan menggunakan teknologi yang berlisensi dan memiliki brand maka akan menghasilkan sebuah hasil yang baik dan aman. Padahal sebenarnya mereka justru tidak memperhitungkan sisi keamanan sebuah data yang mungkin saja dapat diretas / disalahgunakan oleh mereka yang memberikan lisensi terhadap sebuah aplikasi / sistem.

Kita ambil sebuah contoh, apakah benar sebuah sistem pelelangan pekerjaan di pemerintahan sudah berjalan sebagaimana mestinya dan aman dari serangan peretas serta orang yang berniat untuk menyalahgunakan teknologi?

Coba kita menoleh ke negeri paman sam, apakah mereka menggunakan teknologi seperti yang kita gunakan? Jawabannya tidak!!!

Indonesia terlena dengan mengembangkan dan menggunakan teknologi yang dianggap mudah untuk dikembangkan dan justru enggan menggunakan aplikasi, sistem serta teknologi yang berbau open source.

Padahal jelas Badan-Badan intelijen negeri paman sam seperti NSA dan CIA justru menggunakan teknologi open source dalam mengambangkan sebuah sistem.

90% Hacktivis di negeri ini menggunakan teknologi open source dan mengembangkan teknologi open source sedangkan 90% pengembang aplikasi yang saat ini mengembangkan aplikasi dan sistem di pemerintahan menggunakan teknologi yang berlisensi yang justru cenderung mudah untuk dilumpuhkan.

Apakah masih pantas tahun 2017 disematkan sebagai tahun bagi para penggiat IT/TIK atau justru tahun 2017 adalah merupakan tahun bagi para negosiator Pejabat Pembuat Komitmen. (Jhon Pantau)


TAG , ,

Dipost Oleh Jhon Pantau

Jhon Pantau adalah Super Admin dari pojoknews.com Dengan ideologi kebangsaan, Jhon Pantau berniat menyajikan berita dibalik fakta.

Tinggalkan Komentar